Lebaran di Negeri Matahari Terbit

Banyak mungkin dari kita yang berpikir bahwa ada ga sih Lebaran di Jepang. Jawabannya adalah tentu saja ada. Karena kalo berbicara tentang Islam, di Jepang juga ada lho orang Islam. Bahkan akhir-akhir ini Islam di Jepang sedang mengalami perkembangan. Hanya saja karena masih minoritas pelaksanaan dan fasilitas untuk ritual keagamaan sangatlah kurang. Ya namanya juga minoritas, jadi wajar lah yaa.

Walaupun banyak dari kita berpikiran bahwa penduduk Jepang beragama Shinto, padahal pada dasarnya mayoritas dari mereka adalah beragama Budha lho! Namun seiring dengan pergeseran zaman, orang-orang Jepang sekarang jarang yang pergi ke Kuil untuk berdoa sehingga mereka muncul istilah ç„¡å®—æ•™ (mushuukyou) atau lebih dikenal dengan agnostik, yang artinya adalah percaya adanya Tuhan tapi tidak melaksanakan ibadah. Sehingga mereka hanya menganggap bahwa agama hanyalah semacam tradisi.
source : junantoherdiawan.com
Lebaran di Jepang disebut イード(dibaca: iido) diambil dari kata Eid fitr (Idul fitri). Orang yang merayakan lebaran disana kebanyakan adalah para pendatang yang tinggal di Jepang. Yang terdiri dari pelajar asing, orang-orang asing yang sedang bekerja di Jepang, dan sebagian lagi adalah orang asing yang menikah dengan orang Jepang dan juga orang Jepang nya sendiri.
Perayaan lebaran di Jepang memang tidak seperti perayaan lebaran di Indonesia, yang seluruh keluarganya berkumpul lengkap dengan ketupat opor dan aneka kue yang tersaji di atas meja. Ya, lebaran di Jepang memang sedikit berbeda. Bahkan atmosfir lebaran pun hampir tidak terasa. Tetapi jangan salah, seketika kamu bertemu dengan saudara-saudari muslim lainnya di Jepang kamu bakalan berasa seperti bertemu keluarga. Mengapa demikian ya? Apakah karena sama-sama muslim? Dan apakah Son Goku bisa mengalahkan Freeza? (halah skip!)
Okeh, berdasarkan dari hal yang pernah saya alami sebelumnya selama saya menimba ilmu di negeri sakura. Setelah melewati bulan puasa yang menurut saya benar-benar amazing!!!, yaitu kita umat muslim harus berpuasa dari mulai pukul setengah 3 dini hari sampai pukul setengah 8 malam. Selain itu puasa waktu itu bertepatan dengan dimulainya musim panas, ditambah saya harus mengayuh sepeda ke tempat arubaito (kerja paruh waktu) dan bekerja seharian. Bisa coba kalian bayangkan ga siih guys? Udah puasanya lama, panasnya cetar membahana, ditambah harus kerja seharian! Kurang amazing apa lagi coba? Tapi untung saja saya ga ketemu becek walaupun ga ada tukang ojek hehe. Tetapi akhirnya setelah saya berhasil melewati Ramadhan yang menurut saya seperti ujian neraka. tsaah lebay! Alhamdulillah saya jadi bisa lebih bisa bersyukur terlahir di Indonesia. Lalu bagaimana dengan lebarannya?
source : http://jp.ae/
Seperti yang telah saya sebutkan lebaran di Jepang itu sangat berbeda. Sholat Ied biasanya dimulai sekitar pukul 9 pagi. Maka 2 jam sebelumnya saya dan teman-teman sudah harus berangkat dikarenakan kita harus menggunakan kereta dan berjalan kaki. Namun ada juga sih yang pergi dengan sepeda dan alat transportasi lainnya. Dan dikarenakan di Jepang mesjid sangat sedikit sekali, dan meskipun ada mungkin tidak akan bisa menampung seluruh jemaat. Maka agar dapat menunaikan ibadah sholat Ied, asosiasi muslim di tiap-tiap kota akan menyewa sebuah gedung atau hall yang mampu menampung seluruh jemaat muslim. Dan untuk pertama kalinya saya kaget lho karena ternyata jumlah umat Islam yang tinggal di Jepang lumayan banyak. Sebelumnya saya sempat sedih karena lebaran tahun ini tidak bisa pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Namun melihat hal ini membuat saya kembali bersemangat. Karena meskipun bukan dengan keluarga, bisa bertemu beragam umat Islam dari berbagai penjuru dunia membuat kita serasa seperti keluarga. Selain itu kesempatan untuk cari jodoh meningkat drastis donk! Apalagi kalau bertemu dengan cewek muslim Jepang, dijamin para cowok langsung tancap gas Hehe.

Dan akhirnya waktu yang ditunggu tiba, kita serentak menunaikan ibadah sholat Ied di dalam gedung dan mendengarkan ceramah dalam bahasa Inggris. Lho kenapa bahasa Inggris? Maklum saja karena jemaat berasal dari berbagai penjuru dunia maka dipilih lah bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Jadi yang belum mengerti bahasa Inggris ayo belajar lagi :D Setelah kita melaksanakan ibadah sholat Ied dan mendengarkan ceramah, para panitia akan mulai membagi-bagikan makanan dan minuman. Dan meskipun tidak banyak menunya tapi lumayan lah buat mengganjal perut yang mulai keroncongan. Meskipun tidak ada menu ketupat sayur dan opor, di sana ada nasi briyani khas daerah India, Nepal dan Bangladesh. Aneka kue, bahkan ada kurma dan kacang Arab, dll tersaji di sana. Sebenarnya bukan masalah makanannya, tapi kebersamaannya yang membuat kita semua merasa bahagia. Karena selain kita bisa makan dan minum bareng dengan teman-teman baru, kita juga bisa selfie bareng kecengan. Kan lumayan, mumpung ada kesempatan hehe..
source : http://jp.ae/
Setelah selesai acara makan-makan kita semua berfoto bersama teman-teman baru. Berhubung saya sudah minta izin untuk libur kerja, saya pun diajak pergi bersilaturahmi ke rumah senior orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Kyoto. Ya meskipun kita tinggal di negeri orang tapi budaya bersilaturahmi harus tetap jalan dong. Dan Alhamdulillah di sana saya dikenalkan lagi dengan senior-senior lain. Hal ini membuat saya merasa saya sangat senang dikarenakan saya bisa banyak bertanya tentang kehidupan di Jepang kepada mereka. Dan yang membuat saya sangat senang lagi adalah, di sana ada menu ketupat sayur dan opor ayam! Hehe… Lumayan cuy! ketupat sayur dan opor ayam adalah makanan langka di Jepang. Jadi tanpa ragu-ragu dan malu-malu saya pun melanjutkan babak ke dua. Saya menyantap hidangan sambil mendengarkan kisah mereka sampai bisa terdampar di negeri sakura. Dan Alhamdulillah di sana banyak yang bisa saya ambil hikmahnya dan banyak yang bisa dijadikan pelajaran. Dan selain demikian sejenak kita bisa melupakan kerinduan kita akan keluarga kita di tanah air. Karena bagaimana pun bagi saya mereka adalah keluarga baru bagi saya dan saya sangat bersyukur dapat bertemu dengan mereka.
-*-
Author Name : AIRMAN
Info : -
mau juga tulisanmu dipost di J-Fun Corner? caranya gampang, tinggal klik tombol posting di footer website ^o^ 

No comments:

Powered by Blogger.