Penggunaan pola te shimau
Konsultasi Tata Bahasa
| |
Sonda Sanjaya, S.S., M.Pd.
| |
Dosen Pendidikan Bahasa Jepang di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
|
Tanya :
Sensei, konnichiwa.
Saya Rangga. Ada yang ingin saya tanyakan tentang penggunaan “shimau”. Kira-kira fungsi dan arti bentuk -te shimau itu apa saja?
Mohon penjelasannya.
Yoroshiku onegai shimasu
Jawab :
Rangga San, konnichiwa.
Pertanyaan yang bagus.
Kalau kita menyukai anime atau film Jepang, kita akan sering mendengar kata yang dihubungkan dengan shimau, shimatta, chau atau chatta. Tapi, perlu kita ketahui sebelumnya bahwa shimau sebagai kata kerja (doushi) dan sebagai hojo doushi (kata kerja bantu) memiliki arti yang berbeda. Shimau yang Rangga San tanyakan adalah penggunaan shimau sebagai hojo doushi.
Setidaknya shimau memiliki arti melakukan pekerjaan sampai tuntas dan memiliki fungsi sebagai penunjuk bahwa subjek melakukan sebuah keteledoran atau ketidaksengajaan, dan menunjukkan perbuatan yang tidak diharapkan. Sebagai hojo doushi, shimau selalu diikuti kata kerja bentuk te di depan shimau.
Untuk lebih jelasnya, kita lihat beberapa contoh kalimat di bawah ini.
1. a. 私は今夜この小説を読んでしまいます。
watashi wa kon'ya kono shousetu o yonde shimaimasu.
'Saya akan membaca novel ini sampai selesai malam ini.'
b. 高橋さんは早く宿題をやってしまいました。
takahashi san wa hayaku shukudai o yatte shimaimashita.
'Takashi san mengerjakan tugas sampai selesai dengan cepat.'
c. 過去の辛い思い出を忘れてしまいましょう。
kako no tsurai omoide o wasurete shimaimashou.
'Mari kita lupakan semua kenangan pahit di masa lalu.'
2. a. わっ、あの人行ってしまった。
wa, ano hito itte shimatta.
'Wah, orang itu pergi.'
b. 新宿駅で降りようと思ったんだけど、うっかり眠ってしまったんだ。
shinjuku eki de oriyou to omottandakedo, ukkari nemutte shimattanda.
'Saya bermaksud untuk turun di Stasiun Shinjuku, malah tertidur.
c. 今日もついビールを飲んでしまいました。
kyou mo tsui biiru o yonde shimaimashita.
'Hari ini pun malah minum bir.'
Pada contoh 1.a. 1.b. dan 1.c. -te shimau menunjukkan bahwa subjek melakukan pekerjaannya sampai tuntas, selesai, atau bisa dikatakan pekerjaan dilakukan secara total. Sedangkan pada contoh 2.a. 2.b. 2.c. -te shimau menunjukkan perbuatan yang tidak diharapkan, perbuatan yang merupakan ketidaksengajaan atau keteledoran yang dilakukan subjek.
Itte shimatta pada contoh 2.a. menunjukkan bahwa kepergian orang itu tidak diharapkan pembicara. Sedangkan contoh 2.b. dan 2.c. menunjukkan perbuatan yang tidak disengaja atau merupkan keteledoran. Nemutte shimatta pada 2.b. menunjukkan bahwa subjek tidur tanpa disengaja dan nonde shimaimashita pada 2.c. menunjukkan bahwa subjek sudah ingin berhenti minum bir malah minum bir lagi karena suatu alasan atau keadaan tertentu.
Ada bentuk -te shimau yang lebih sederhana. Bentuk ini lebih sering kita dengar di anime, film Jepang, bahkan dalam percakapan sehari-hari orang Jepang. Bentuk tersebut adalah chau yang merupakan bentuk singkat dari te shimau. Keduanya memiliki arti dan fungsi yang sama hanya saja chau digunakan dalam situasi tidak formal.
Bentuk chau digunakan jika kata kerja berakhiran te. Jika kata kerja berakhiran de maka berubah menjadi jau. Kemudian perubahan bentuk chau sama dengan perubahan pada kata kerja 1. Untuk lebih jelas, mari kita lihat tabel di bawah ini.
Kata Kerja
|
Te Shimau
|
Chau
|
Bentuk Sopan
|
iku
|
itte shimau
|
icchau
|
icchaimasu
|
hanasu
|
hanashite shimatta
|
hanashichatta
|
hanashichaimashita
|
nomu
|
nonde shimau
|
nonjau
|
nonjaimasu
|
sakebu
|
sakende shimaou
|
sakenjaou
|
sakenjaimashou
|
taberu
|
tabete shimatte
|
tabechatte
|
tabete shimatte kudasai
|
kuru
|
kite shimatta
|
kichatta
|
kichaimashita
|
Dou deshouka? Wakarimasuka?
Semoga Rangga San makin memahami dan bisa menggunakan shimau saat berkomunikasi dengan bahasa Jepang.
日本語を勉強しちゃいましょう。
Nihongo o benkyou shichaimashou.
No comments: